LIN Kubu Raya Siapkan Pengaduan Kedua ke Presiden, Minta Wahyudi Anas Dipanggil Soal Penghentian Subpenyalur BBM

Selasa, 8 September 2026 - 23:57 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

LIN Kubu Raya Siapkan P

MEDIAHUKUM86 – Kubu Raya, Kalbar – DPC Lembaga Investigasi Negara (LIN) Kubu Raya segera melayangkan surat pengaduan kedua kepada Presiden Prabowo Subianto terkait penghentian subpenyalur BBM subsidi yang dinilai tidak sejalan dengan kondisi geografis masyarakat di wilayah pelosok, Senin (7/9/2026).

Ketua DPC LIN Kubu Raya, Nurjali, S.Pd.I., meminta Presiden dengan hormat memanggil Wahyudi Anas, S.T., untuk memberikan penjelasan terkait kebijakan penghentian subpenyalur tersebut.

Menurut Nurjali, pemerintah tidak boleh hanya berpatokan pada data bahwa setiap kecamatan telah memiliki SPBU. Faktanya, sebagian masyarakat disebut harus menempuh jarak hingga 50 kilometer untuk mendapatkan BBM subsidi.

“Kalau rakyat harus menempuh 50 kilometer untuk mendapatkan BBM subsidi, di mana letak keadilan negara?” tegas Nurjali.

LIN juga menyoroti kondisi di Desa Sungai Asam saat terjadi karhutla. Informasi yang diterima LIN menyebut akses BBM bagi masyarakat dan relawan mengalami kesulitan. Harga Pertalite disebut sempat mencapai sekitar Rp17 ribu per liter, sedangkan solar sekitar Rp19 ribu per liter. Informasi harga tersebut masih perlu diverifikasi oleh pihak berwenang.

LIN mendesak Presiden memanggil BPH Migas dan Pertamina serta memerintahkan pengecekan langsung ke Kubu Raya.

“Jangan hanya melihat data dari balik meja. Turun ke lapangan dan lihat kondisi rakyat sebenarnya,” ujar Nurjali.

Kekecewaan LIN semakin menguat setelah rapat melalui Zoom yang melibatkan unsur Ditjen Migas, Kementerian ESDM, BPH Migas, dan PT Pertamina Patra Niaga dinilai belum menghasilkan solusi konkret.

LIN menyebut Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga tidak hadir dalam forum tersebut. Bagi LIN, diskusi tanpa tindak lanjut konkret tidak cukup untuk menjawab persoalan masyarakat di lapangan.

LIN bahkan menyatakan siap membantu kedatangan BPH Migas ke Kubu Raya untuk melihat langsung kondisi masyarakat.

“Kami siap menyiapkan tiket pesawat. Turun langsung, cek kondisi sebenarnya. Jangan hanya berbicara di atas meja tanpa solusi nyata bagi rakyat,” tegas Nurjali.

LIN meminta pemerintah pusat mengevaluasi kebijakan penghentian subpenyalur BBM subsidi, terutama di wilayah yang secara geografis sulit menjangkau SPBU.

“Jangan sampai subsidi hanya tersedia di atas kertas, sementara masyarakat pelosok justru kesulitan mendapatkannya,” pungkas Nurjali.

Sumber : Nurjali, Ketua DPC LIN Kubu Raya.

Berita Terkait

Tim Media Investigasi Desak Kapolda Kalbar Copot Kapolres Singkawang Dan Usut Dugaan “BEKING” APH Di SPBU Singkawang
BPM KALBAR DESAK PEMERINTAH TANGANI DARURAT ASAP DAN KRISIS AIR BERSIH
Dugaan Permainan Solar Subsidi 8 Ton, Oknum TNI Diduga Kendalikan Aktifitas SPBU 64.783.05
Dugaan PETI Sejotang Hidup Lagi, Warga Tagih Nyali Polda Kalbar dan Polres Sanggau
BPM Desak Pemerintah Bangun Kekuatan Udara Hadapi Karhutla
Menteri Serukan Berantas Mafia Tanah, Kasus SHM 3484 di Sintang Soroti BPN
Dugaan Perselingkuhan Oknum Dokter Pejabat RSUD Sintang Disorot, Publik Pertanyakan Keberanian Pemeriksaan
Diduga Edarkan Rokok Ilegal, Nama “Ahui” Disorot Polda Kalbar dan Bea Cukai Diminta Turun Tangan
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 18:53 WIB

Tim Media Investigasi Desak Kapolda Kalbar Copot Kapolres Singkawang Dan Usut Dugaan “BEKING” APH Di SPBU Singkawang

Minggu, 13 September 2026 - 18:08 WIB

BPM KALBAR DESAK PEMERINTAH TANGANI DARURAT ASAP DAN KRISIS AIR BERSIH

Rabu, 9 September 2026 - 23:11 WIB

Dugaan PETI Sejotang Hidup Lagi, Warga Tagih Nyali Polda Kalbar dan Polres Sanggau

Selasa, 8 September 2026 - 23:57 WIB

LIN Kubu Raya Siapkan Pengaduan Kedua ke Presiden, Minta Wahyudi Anas Dipanggil Soal Penghentian Subpenyalur BBM

Selasa, 8 September 2026 - 21:31 WIB

BPM Desak Pemerintah Bangun Kekuatan Udara Hadapi Karhutla

Berita Terbaru