Dugaan Permainan Solar Subsidi 8 Ton, Oknum TNI Diduga Kendalikan Aktifitas SPBU 64.783.05

Kamis, 10 September 2026 - 00:42 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

MEDIAHUKUM86.COM – Kubu Raya, Kalbar – Dugaan penyalahgunaan BBM bersubsidi mencuat di SPBU 64.783.05 Adisucipto, yang disebut berada di bawah naungan PT Pinyu Buana Agung, Kampung Arang. Selasa, 1/9/2026.

 

Tim investigasi awak media mengaku memantau aktivitas di SPBU tersebut selama tiga hari. Hasil pemantauan menemukan dugaan pengisian solar menggunakan tiga truk yang diduga dilengkapi baby tank dan berlangsung pada tengah malam pada, 29, Agustus, 2026. sekitar pukul 01.00 WIB.

 

Informasi yang dihimpun tim menyebut pengisian diduga mencapai sekitar 8 ton dalam sekali pengisian. Aktivitas tersebut disebut bukan baru terjadi, melainkan diduga telah berlangsung cukup lama.

 

Jika benar BBM yang disalurkan merupakan solar bersubsidi dan kemudian ditampung untuk diperjualbelikan kembali, persoalannya patut mendapat pemeriksaan serius karena menyangkut distribusi subsidi negara.

 

Investigasi juga menghimpun informasi dari sejumlah sumber mengenai dugaan adanya tempat penampungan solar di kawasan Jalan Ampera, Sungai Ambawang.

 

Solar tersebut disebut diduga dibawa ke lokasi penampungan, kemudian dipindahkan kembali ke tangki biru-putih dan diduga dikirim menuju Sintang untuk diperjualbelikan kepada perusahaan dengan harga lebih tinggi.

 

Informasi tersebut masih perlu diverifikasi melalui penyelidikan dan bukti resmi. Karena itu, aparat diminta tidak hanya memeriksa aktivitas di SPBU, tetapi juga menelusuri asal, tujuan, volume, serta aliran BBM setelah keluar dari SPBU.

 

Tim juga menerima informasi dari sejumlah sumber mengenai dugaan keterlibatan oknum anggota TNI dalam aktivitas tersebut.

 

Informasi ini belum terverifikasi secara independen. Namun, apabila ditemukan bukti keterlibatan, penanganannya harus dilakukan secara tegas sesuai hukum dan mekanisme institusi yang berlaku.

 

Karena negarasudah memberikan subsidi untuk Solar, sangat besar hingga 5150/liter, jika ini dibiarkan maka negara dirugikan oleh para mafia migas.

 

Pertamina Patra Niaga Kalimantan Barat, BPH Migas, dan Polda Kalimantan Barat diminta segera melakukan pemeriksaan menyeluruh.

 

Buka CCTV, data transaksi, volume penyaluran, identitas kendaraan, frekuensi pembelian, serta waktu pengisian.

 

Jika diperlukan, telusuri pula lokasi yang diduga menjadi tempat penampungan dan jalur distribusi BBM tersebut.

 

Apabila terbukti terjadi penyalahgunaan BBM bersubsidi, tindak tegas seluruh pihak yang terbukti terlibat dan evaluasi izin SPBU sesuai ketentuan hukum yang berlaku, termasuk kemungkinan pencabutan apabila memang memenuhi dasar untuk itu.

 

BBM bersubsidi merupakan kebijakan negara untuk masyarakat dan sektor yang berhak. Jika benar subsidi disedot dalam jumlah besar, ditampung, lalu dijual kembali demi keuntungan, maka negara dan masyarakat berpotensi menjadi pihak yang dirugikan.

 

Terlebih apabila benar terdapat keterlibatan aparat yang seharusnya menjaga dan menegakkan hukum.

 

Karena itu, tim investigasi mendesak Pertamina, BPH Migas, dan Polda Kalbar segera menguji seluruh dugaan tersebut secara objektif.

 

(Tim Investigasi)

Berita Terkait

Tim Media Investigasi Desak Kapolda Kalbar Copot Kapolres Singkawang Dan Usut Dugaan “BEKING” APH Di SPBU Singkawang
BPM KALBAR DESAK PEMERINTAH TANGANI DARURAT ASAP DAN KRISIS AIR BERSIH
Dugaan PETI Sejotang Hidup Lagi, Warga Tagih Nyali Polda Kalbar dan Polres Sanggau
LIN Kubu Raya Siapkan Pengaduan Kedua ke Presiden, Minta Wahyudi Anas Dipanggil Soal Penghentian Subpenyalur BBM
BPM Desak Pemerintah Bangun Kekuatan Udara Hadapi Karhutla
Menteri Serukan Berantas Mafia Tanah, Kasus SHM 3484 di Sintang Soroti BPN
Dugaan Perselingkuhan Oknum Dokter Pejabat RSUD Sintang Disorot, Publik Pertanyakan Keberanian Pemeriksaan
Diduga Edarkan Rokok Ilegal, Nama “Ahui” Disorot Polda Kalbar dan Bea Cukai Diminta Turun Tangan
Berita ini 22 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 18:53 WIB

Tim Media Investigasi Desak Kapolda Kalbar Copot Kapolres Singkawang Dan Usut Dugaan “BEKING” APH Di SPBU Singkawang

Minggu, 13 September 2026 - 18:08 WIB

BPM KALBAR DESAK PEMERINTAH TANGANI DARURAT ASAP DAN KRISIS AIR BERSIH

Rabu, 9 September 2026 - 23:11 WIB

Dugaan PETI Sejotang Hidup Lagi, Warga Tagih Nyali Polda Kalbar dan Polres Sanggau

Selasa, 8 September 2026 - 23:57 WIB

LIN Kubu Raya Siapkan Pengaduan Kedua ke Presiden, Minta Wahyudi Anas Dipanggil Soal Penghentian Subpenyalur BBM

Selasa, 8 September 2026 - 21:31 WIB

BPM Desak Pemerintah Bangun Kekuatan Udara Hadapi Karhutla

Berita Terbaru